Senin, 07 Desember 2015

About Me



Hai! Aku Margareta Cahya Christy Pramudita. Namanya panjang yah, kaya kereta (lebay). Biasanya aku dipanggil Ayak atau Christy. Tapi lebih banyak yang panggil Ayak. Sekarang ini aku adalah mahasiswa D3 Sekretari, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana. Sejak lahir dan sampai saat ini (November 2015) aku tinggal di Salatiga.
Kota kecil, dingin, penuh kenangan dan katanya banyak orang yang sudah merantau  meninggalkan Kota ini, kota Salatiga selalu bikin kangen. Aku adalah tipe orang yang humble, mudah beradaptasi, cerewet, flexible, optimis dan kepo. Nggak tau kenapa suka coba-coba hal baru dan kepo sampai ke detail-detailnya (kalau perlu dan penting). Kadang suka bingung sendiri kalau disuruh mendeskripsikan tentang diri sendiri hihi 😁 Dari kecil, hobi aku emang nulis. Apa aja ditulis.
Dulu waktu kecil pernah gaya-gayaan nulis diary juga, cerpen, nulis puisi gitu. Dan yang paling bikin aku kaget adalah waktu kelas 2 SMP ada lomba cerpen tingkat kota. Eh akunya iseng-iseng ikut gitu, lah gataunya juara satu dan mewakili kota ke tingkat provinsi. Tapi nggak bisa menang, cuma sampe 10 besar di provinsi. Yah mungkin karena kurang berlatih dan masih harus banyak belajar :)
Ini adalah bagian kecil dari langkah awal aku buat belajar menulis lagi. Yuk kita saling sharing dan bertukar pikiran serta informasi. Semoga bermanfaat untuk kalian para pembaca. 
Happy reading, Happy Sharing!
Love,
Margareta CCP

Tips Fashion Ala Chelsea Olivia!


Hello ladies! We are back. Di sini kita bakal bahas mengenai fashion untuk kulit hitam nih. Buat kalian yang berkulit hitam yuk stay tune, ada tips dari Chelsea Olivia nih!
Fashion memang jadi bagian yang penting bagi kehidupan setiap orang. Fashion juga bisa menunjukkan identitas dan karakter seseorang. Ini juga disadari betul oleh para selebriti termasuk Chelsea Olivia. Dilansir oleh KapanLagi.com (30/11), tuntutan pekerjaan membuatnya harus selalu tampil modis setiap saat.

"Fashion aku nggak ada kepastian, tergantung mood aja, kadang perempuan banget, kadang nggak. Fashion itu tidak pernah lepas dari perempuan dan laki-laki, karena laki-laki juga peduli fashion," ujar Chelsea Olivia.

Meskipun kini sudah berstatus sebagai istri, gaya fashion Chelsea tetap tidak berubah. Bahkan sang suami, Glenn Alinskie sering memberikan masukan soal penampilan.

"Setelah menikah gaya tetap sama, tapi mengikuti perkembangan zaman. Di Indonesia sendiri fashionnya kuat, sekarang masyarakatnya sudah berani-berani. Kalau dulu mereka merasa aneh kalau dipakai, sekarang di Indonesia bagus," tegasnya.

Saat ditanya soal inspirasi fashion, Chelsea mengungkapkan bahwa ia tak memiliki referensi khusus. Ia hanya mengikuti perkembangan yang ada baik dari TV maupun sosial media.

"Nggak ada, lihat aja kayak di sosial media sudah banyak, TV, acara fashion banyak. Memang nggak ada referensinya, dengan sendirinya kalau lagi ngetren otomatis disukai," tuturnya.

Saat ditemui ada yang sedikit berbeda dengan Chelsea Ladies. Kulit Chelsea terlihat lebih gelap karena terbakar matahari. Ternyata Chelsea baru saja pulang liburan bersama sang suami. 

"Ini baru pulang dari Labuan Bajo, ini kulit ter-item sepanjang hidup saya. Awalnya sempat kebingungan mau pakai baju warna apa buat pergi, kalau (kulit) putih pakai apa aja bagus. Eh ternyata (kulit) hitam ternyata sama, sekarang lebih mengkilat kalau difoto, intinya nomor 1 harus pede, ketika item, putih, kalau pede nggak papa," tuturnya.

Well, buat Ladies yang sering kurang percaya diri dengan warna kulit ada baiknya menyimak saran dari Chelsea. Yang terpenting adalah confidence yang akan membuat penampilan selalu terlihat menarik.


Cantik Tidak Harus Putih, Banggalah dengan Kulit Sawo Matang Anda!


Kecantikan tidak sebatas warna kulit Anda. Sebab, menjadi cantik bukan berdasarkan apa warna kulit Anda, tetapi bagaimana Anda merawat kulit agar senantiasa sehat dan bersih.
Tak bisa dipungkiri bahwa banyak iklan komersial produk kecantikan yang menampilkan Model wanita berkulit putih, sehingga menciptakan propaganda mengenai citra wanita yang dinilai cantik oleh lingkungan mayoritas. Namun, sebenarnya, esensi dari kulit cantik yang sesungguhnya adalah kulit yang bersih, tidak kusam, dan sehat.
Apabila Anda mengetik kalimat beautiful skin pada Google, pasti laman yang akan tampil adalah sejumlah foto yang menampilkan wanita dengan senyum menawan dan berkulit putih. Kemudian, wanita dengan kulit gelap dan sawo matang, berada pada bagian yang paling bawah. Hal serupa juga terjadi, jika Anda mencari dan mengetik kalimat perfect skin.

Rata-rata foto yang diperlihatkan pada laman Google itu berasal dari sejumlah perusahaan kosmetik dan perawatan tubuh. Oleh karena itu, tak ayal, terciptalah pemikiran bahwa cantik harus berkulit putih.
Tentunya, standar kecantikan yang demikian tidaklah benar. Kondisi ini, tanpa kita sadari, menurunkan rasa percaya diri para wanita yang tidak terlahir berkulit putih. Oleh karena itu, sebuah gerakan di media sosial pun tercipta untuk mendobrak dan melawan mindset yang dinilai sangat berpihak tersebut.
Melalui tagar #FlexInMyComplexion, sejumlah wanita berkulit gelap dan sawo matang menggunggah foto diri masing-masing dengan kalimat motivasi untuk berani percaya diri dengan warna kulit mereka yang tidak putih.
Tujuan dari kampanye bertagar tersebut di atas adalah untuk mengingatkan dunia tentang eksistensi wanita berkulit gelap, bahwa mereka pun sama cantik dengan wanita berkulit putih.
Dalam waktu satu pekan saja, tagar #FlexInMyComplexion sudah digunakan sebanyak 85.000 kali oleh para wanita di dunia. Mereka dengan bangga memamerkan dan merayakan perbedaan warna kulit wanita di seluruh dunia.
Konsep ideal dari kampanye ini adalah untuk memperlihatkan pada dunia dan perusahaan kosmetik bahwa setiap wanita terlahir cantik tanpa harus membedakan warna kulit mereka.

Red Velvet Cupcakes with Cream Cheese Frosting

 Bahan:
  • 345 gr    tepung terigu protein rendah
  • 1  ½        sendok teh baking soda
  •  1 sdt      baking powder, saya pakai double acting BP  1 1/2  sdm bubuk coklat
  •  1 sdt     garam
  • 2 butir   telur ukuran besar
  •  375 ml  mentega/margarine, dicairkan (bisa diganti dengan minyak sayur) 
  •  300 gr   gula pasir
  •  250 ml krim kental + 1 sendok makan white vinegar, diamkan 10 menit (resep asli    menggunakan buttermilk)
  •  1 sdm   pewarna merah makanan cair
  •  1 sdt      vanila ekstrak
  •  1 sdt      distilled white vinegar, bisa diganti dengan air jeruk nipis/lemon 


Topping: Cream cheese frosting
  •  140 gr   cream cheese
  •  3 sdm   mentega
  •  185 gr   gula bubuk
  •  2 sdt     vanila ekstrak    
Cara membuat:
1.       Siapkan oven, panaskan disuhu 165'C. Letakkan rak pemanggang di tengah oven. Siapkan loyang cupcake/muffin, alasi dengan kertas cupcake. Sisihkan.
2.       Siapkan mangkuk besar, ayak tepung terigu, coklat bubuk, baking soda, dan baking powder. Sisihkan.
3.       Siapkan mangkuk mikser, masukkan mentega dan gula pasir, kocok dengan speed sedang hingga tercampur baik. Tambahkan telur, krim kental, pewarna merah, vanila ekstrak, garam dan vinegar, kocok dengan speed sedang hingga rata dan kental. 
4.       Kurangi kecepatan mikser menjadi paling rendah. Masukkan tepung terigu secara bertahap sambil terus dikocok hingga tercampur baik. Matikan mikser.  Jangan terlalu lama mengocok jika tepung telah masuk ke adonan karena akan membuat cake menjadi keras. 
5.       Masukkan adonan ke dalam mangkuk cupcake, isi adonan hingga setinggi 3/4 tinggi mangkuk.Panggang di dalam oven selama 20 - 25 menit, putar-putar loyang selama dipanggang agar kue matang merata. 
6.       Jika permukaan kue terlihat mulai mengeras namun bagian tengahnya masih moist keluarkan dari oven, test dengan tusuk gigi, jika bagian dalam masih basah panggang kembali sebentar. 
Note: jangan terlalu lama memanggang hingga permukaan cake kecoklatan, cake menjadi kering dan tidak moist.
7.       Keluarkan cake dari loyang dan dinginkan di rak kawat hingga benar-benar dingin, sebelumfrosting disemprotkan.
8.       Membuat frosting
Siapkan mangkuk mikser, masukkan cream cheese dan mentega, kocok dengan mikser kecepatan sedang hingga putih, mengembang dan ringan. Kira-kira 2-3 menit. Kurangi kecepatan mikser menjadi sangat rendah, masukkan gula bubuk dan kocok dengan kecepatan rendah hingga tercampur baik. 
9.       Naikkan kecepatan mikser menjadi sedang, kocok kembali selama 2-3 menit. Masukkan vanilla ekstrak dan kocok hingga tercampur rata. Matikan miser, masukkan cream cheese ke dalam plastik segitiga dengan spuit motif kembang diujung plastik.
10. Semprotkan frosting di permukaan cupcakes. Siap disantap.
Semprotkan frosting di permukaan cupcakes. Siap disantap.

Senin, 30 November 2015

D3 Sekretari - Fakultas Ekonomika dan Bisnis, UKSW


Hai, di sini aku mau ngenalin program studi aku nih! Di Salatiga ini punya salah satu Universitas besar yang sudah cukup terkenal yaitu Universitas Kristen Satya Wacana. Langsung aja ya, Program Studi D3 Sekretari itu ada dibawah naungan Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang mahasiswanya banyak juga. Di sini mahasiswa kita perempuan semua dan tidak banyak. Check this one out.

Profil Program Studi
Program Studi Diploma Sekretari Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana bertujuan untuk menggali potensi dan profesionalitas mahasiswa di bidang administrasi bisnis dan kesekretarisan, menghasilkan lulusan ahli madya di bidang kesekretarisan dan administrasi bisnis  yang utuh: etis, kompeten, profesional, kreatif, berjiwa pemimpin, dinamis, komunikatif, berdwibahasa serta menghasilkan lulusan yang mampu bekerja sama dengan pengusaha, industriawan dan pimpinan organisasi dengan berbagai latar belakang, baik di dalam maupun di luar negeri.
Sesuai dengan tujuannya Program Sekretari menekankan pada penguasaan ketrampilan praktis, berbasis pengetahuan dan konsep yang kuat. Pembelajaran dilengkapi sarana laboratorium perkantoran yang lengkap dan modern, menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Serta  interaksi staf pengajar dan mahasiswa yang fleksibel dengan menjaga profesionalitas masing-masing.

VISI
Menjadi Program Studi Sekretari  yang  terkemuka di Asia Tenggara pada tahun 2022

MISI
  1. Menyediakan lingkungan pembelajaran yang kondusif untuk membentuk lulusan di bidang kesekretarisan yang memiliki keunggulan kompetitif pada level nasional dan internasional
  2. Melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat yang bermutu serta bermanfaat bagi pengembangan ilmu  dan ketrampilan di bidang kesekretarisan , bagi masyarakat, dengan reputasi nasional dan internasional

Sasaran
  1. Prodi Sekretari mendapatkan akreditasi internasional
  2. Terwujudnya competency based, student centered dan research based learning yang berkualitas sehingga lulusan Prodi Sekretari mempunyai daya saing internasional
  3. Meningkatnya jumlah publikasi ilmiah internasional yang digunakan sebagai acuan khususnya di ASEAN


Profil Lulusan
Lulusan Program Studi Diploma Sekretari FEB UKSW diharapkan memiliki sejumlah keterampilan yaitu Office Communication Skills, Secretarial Skills dan Management Skills yang terpapar sebagai berikut:

Office Communication Skills:
  • Public Speaking
  • Telephoning
  • Meeting
  • Participating in an Interview
  • Negotiatin
  • Letter Writing
  • Report Writing
  • Personal & Career Development Dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Jepang & Mandarin
Secretarial Skills:
  • Office Automation
  • Keyboarding
  • Filing
  • Computing (Word Processing, Spreadsheet, Database & Presentation Preparation)
  • Indonesian and English Shorthand
Management Skills:
  • Accounting for Secretary
  • Office Management for Secretary
  • Leadership for Secretary
  • Marketing Public Relation

 Yuk bergabung di progdi kita yang nggak kalah unggul dengan progdi D3 Sekretaris lainnya! Kalau kalian minat untuk bergabung dengan kami, silahkan mengunjungi kampus kami atau kunjungi website kami di http://www.uksw.edu/id.php/admisi/contents/title/jalur-penerimaan-mahasiswa-baru

Apa itu Sekretaris?


Kita sangat sering mendengar kata sekretaris. Tak jarang banyak orang yang mendeskripsikan arti kata sekretaris bahkan profesi sekretaris itu sendiri hal yang negatif. Hampir sebagian masyarakat mungkin yang beranggapan sekretaris itu "simpanan" bos, perusak hubungan bos dengan istrinya, istri muda bos, penggoda, harus sexy, dan masih banyak hal negatig yang lainnya. Sebenarnya tidak seperti itu, meski pada kenyataannya ada pula yang bersikap dan bertindak seperti itu. Untuk menjadi sekretaris yang baik tidak mudah ditempuh jalannya. Sebelum lebih jauh, mari kita kenali dahulu apa arti dari sekretaris itu sendiri.

Sekretaris merupakan sebuah profesi administratif yang bersifat asisten atau mendukung. Gelar ini merujuk kepada sebuah pekerja kantor yang tugasnya ialah melaksanakan perkerjaan rutin, tugas-tugas administratif, atau tugas-tugas pribadi dari atasannya. Pekerja atau karyawan ini biasanya melakukan tugas-tugas seperti mengetik, penggunaan komputer, dan pengaturan agenda. Mereka biasanya bekerja di belakang meja. Sebagian besar sekretaris adalah wanita.

Di dunia kerja saat ini ada lagi profesi yang merupakan perkembangan dari sekretaris yaitu asisten pribadi (PA atau Personal Assistant). Perbedaan dari PA dan sekretaris adalah PA lebih bertanggung jawab untuk satu orang saja, dalam hal ini eksekutif atau bos yang mempekerjakan dirinya. Sedangkan sekretaris lebih bertanggung jawab kepada perusahaan secara umum.

Namun di beberapa perusahaan, tentu saja hampir tidak ada perbedaan di antara sekretaris dan PA. Seperti contohnya di Indonesia, umumnya sudah menjadi kebiasaan bila sekretaris kadang juga membantu hal-hal personal dari si bos yang berhubungan dengan kerja. Lain halnya misalnya di Hongkong contohnya di mana dunia kerja di sana lebih profesional. Perbedaan antara PA dan sekretaris ini sangat kentara.

Sekretaris identik pula dengan mode dan gaya dalam berbusana ke kantor. Sudah menjadi rahasia umum bila sekretaris mempunyai tampilan yang menarik sebagai citra dari atasan yang diwakilinya. Dalam hal ini seorang sekretaris harus sangat sangat memperhatikan penampilan mereka.